Deddy Mizwar

Calon Gubernur Jawa Barat
"Kekuasaan hanyalah sarana untuk memperluas lahan amal kita."

Deddy Mizwar, yang biasa dipanggil Bang Deddy, atau Bang Jack, lahir di Jakarta, 5 Maret 1955. Lingkungan masa kecilnya sangat religius pada sebuah kampung Betawi di Jakarta. Sang ayah bernama H. Adrian Andres dan Ibunya Sun’ah. Meski lahir di tanah Jakarta, namun seiring dewasa usia, Bang Deddy besar bergaul dengan orang-orang Sunda, Istrinya pun asli Sunda dimana Bapaknya Raden Gumbira Wiranegara berasal dari Ciamis dan Ibunya Sukesih asli Purwakarta.

Dahulu, Bang Deddy sempat 2 tahun bekerja sebagai pegawai dinas kesehatan di Jakarta, namun Ia kemudian memutuskan banting setir ke dunia seni peran. Alhamdulillah,  telah banyak pengakuan dari dunia perfilman sehingga Bang Deddy banyak mendapatkan penghargaan. Barangkali, salah satu yang paling diingat masyarakat Indonesia kepadanya adalah saat dia berperan sebagai Naga Bonar.

Tentang keluarga, Allah mengkaruniakan Bang Deddy dua orang anak; Senandung Nacita yang bekerja di dunia jurnalistik, dan Zulfikar Rakita Dewa sebagai anggota TNI. Bagi Bang Deddy, keluarga adalah pondasi dasar kemajuan peradaban, sebab di sanalah sosialisasi nilai-nilai luhur terjadi, yang pada gilirannya akan membentuk pribadi yang luhur.

Memang benar, bahwa Bang Deddy telah lebih dari 35 tahun berkarya di dunia film. Hingga nuraninya berkata bahwa dirinya harus melakukan kontribusi yang lebih luas melalui sarana-sarana politik. Takdir Allah, Bang Deddy kemudian diusulkan oleh sahabat-sahabat dari PKS untuk dapat mendampingi Kang Aher pada pilkada Jawa Barat 2013, yang ternyata mengantarkan kemenangan bagi mereka untuk memimpin Jawa Barat hingga tahun 2018.

Maka Bang Deddy memulai sebuah babak baru sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, mendapati begitu banyak fragmen kehidupan masyarakat Jawa Barat yang dia temui dan rasakan di berbagai lapisan masyarakat, khususnya pada masyarakat bawah. Adalah suatu desa di pesisir selatan Jawa Barat, desa yang terpencil dan tidak memiliki akses memadai untuk ke tempat-tempat lainnya, yang kemudian dibangunkan bagi desa tersebut sebuah jembatan sebagai akses infrastruktur yang lebih baik. Lantas mendekatlah seorang kakek tua dari desa itu dan memeluk tubuh Bang Deddy seraya menitikkan air matanya “Terima kasih banyak, Pak. Berpuluh-puluh tahun saya hidup disini, baru kali ini dikunjungi pejabat pemerintah, sekaligus juga membangunkan jembatan bagi kami.”

Disitulah Bang Deddy makin memahami bahwa kekuasaan hanyalah sarana untuk memperluas lahan amal kita…

Pengabdian itu belum selesai, Insya Allah momentum sekarang hingga 5 tahun ke depan ini adalah saat yang tepat bagi Bang Deddy untuk mentuntaskan banyak hal, mewujudkan Jawa Barat yang adil, sejahtera, dan berkarakter.

 

Profil

Deddy Mizwar

Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 5 Maret 1955

Karir

Pegawai Dinas Kesehatan DKI Jakarta

Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional 2006-2009

Wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018

Ketua Majelis Partai Daerah (MPD) Partai Demokrat Jawa Barat 2017-sekarang

Pendidikan Formal

Sekolah Asisten Apoteker (Farmasi)

S1 Sarjana Seni

S1- Ekonomi

S2 Magister Ilmu Politik-Unpad

Penghargaan:

7 kali penghargaan Film dari FFI